Toko & Retail

Cara Mengelola Stok Barang Toko dan Menelusuri Selisih

Ikuti langkah pencatatan barang masuk dan keluar, stock opname serta pemeriksaan selisih stok. Lengkap dengan contoh perhitungan sederhana.

Oleh Irin - ReBill POSDiterbitkan Diperbarui 4 menit baca
Pemilik toko melakukan stock opname menggunakan aplikasi inventory dan sistem kasir cloud ReBill POS untuk mengontrol stok barang secara real-time.

Cara mengelola stok barang toko dimulai dengan mencatat seluruh barang masuk dan keluar, menghitung stok fisik secara teratur, lalu menelusuri penyebab setiap selisih. Aplikasi kasir dapat membantu menghubungkan catatan tersebut dengan penjualan. Ketelitian penerimaan barang dan prosedur kerja tetap diperlukan.

Selisih tidak selalu berarti ada pencurian. Salah satuan, keterlambatan input, retur atau barang rusak yang belum dicatat dapat menghasilkan perbedaan serupa. Periksa buktinya sebelum menyimpulkan penyebab.

1. Rapikan identitas dan satuan barang

Gunakan kode yang berbeda untuk varian yang dihitung terpisah. Pisahkan ukuran, warna atau kemasan bila stoknya memang berbeda. Hindari membuat dua nama untuk barang yang sama karena penerimaan dan penjualan bisa masuk ke catatan yang berbeda.

Tentukan satuan dasar. Jika satu dus berisi 24 botol, catat konversinya dan pastikan staf menggunakan satuan yang benar. Hitung stok awal dengan daftar barang yang sama sebelum memulai pencatatan baru. Pelajari landasannya dalam panduan inventory management.

2. Periksa barang saat diterima

Cocokkan barang yang datang dengan pesanan dan dokumen pemasok. Hitung jumlah yang benar-benar diterima, periksa kondisi dan catat perbedaan sebelum barang disimpan. Barang yang datang sebagian tidak boleh dicatat seolah seluruh pesanan telah diterima.

  • Catat waktu, pemasok, kode barang dan kuantitas yang diterima.
  • Pisahkan barang rusak atau barang yang perlu dikembalikan.
  • Tentukan lokasi penyimpanan setelah pemeriksaan.
  • Simpan bukti penerimaan agar perubahan stok dapat ditelusuri.

3. Catat pengeluaran di luar penjualan

Produk untuk sampel, pemakaian internal, kerusakan dan retur tetap mengubah persediaan. Begitu pula transfer antaroutlet. Tentukan siapa yang mencatat setiap aktivitas dan kapan pencatatan dilakukan.

Pada transfer, bedakan barang yang sudah dikirim dari barang yang sudah diterima. Periksa jumlah di kedua lokasi. Untuk kafe, resep dan satuan bahan juga perlu diperiksa ketika ukuran menu atau komposisi berubah.

4. Lakukan stock opname dengan batas waktu yang jelas

Pilih waktu saat pergerakan barang dapat dihentikan atau dipisahkan dengan jelas. Siapkan saldo sistem pada waktu pemeriksaan, lalu hitung barang di rak, gudang dan lokasi lain. Jangan memasukkan barang konsinyasi atau pesanan pelanggan ke hitungan tanpa aturan yang disepakati.

  1. Tetapkan lokasi, barang dan waktu penghitungan.
  2. Hitung fisik dengan satuan yang sama seperti dalam sistem.
  3. Tandai barang yang sudah dihitung agar tidak terhitung dua kali.
  4. Hitung ulang barang yang berbeda sebelum membuat penyesuaian.
  5. Simpan hasil dan mintakan persetujuan untuk koreksi.

Frekuensi pemeriksaan mengikuti risiko, nilai barang dan kecepatan pergerakan. Barang yang sering selisih dapat dihitung lebih sering daripada barang yang jarang bergerak. Tidak semua usaha perlu menghitung seluruh persediaan setiap hari.

5. Hitung dan telusuri selisihnya

Contoh ilustrasi: stok awal adalah 100 botol. Toko menerima 30 botol, menjual 45 botol dan mencatat dua botol rusak. Saldo yang diharapkan adalah 100 + 30 − 45 − 2 = 83 botol. Jika hasil hitung fisik 80 botol, ada selisih kurang tiga botol yang perlu diperiksa.

Urutan pemeriksaan saat stok berbeda
Yang diperiksaPertanyaan
SatuanApakah dus dan satuan sudah dikonversi dengan benar?
PenerimaanApakah jumlah yang dicatat sesuai barang yang datang?
Penjualan dan returApakah produk atau varian yang dipilih sudah benar?
Pergerakan lainApakah transfer, sampel dan kerusakan sudah dicatat?
WaktuApakah transaksi selama penghitungan tercampur dengan saldo sebelumnya?

Jangan langsung menimpa saldo agar angka terlihat cocok. Catat penyebab yang ditemukan dan langkah pencegahannya. Jika penyebab belum diketahui, simpan hasil pemeriksaan serta persetujuan koreksi agar masalah dapat ditinjau lagi.

6. Pisahkan tugas dan tinjau pola selisih

Atur izin sesuai pekerjaan staf. Orang yang menjual tidak selalu perlu memiliki akses untuk mengubah seluruh stok atau data produk. Gunakan pengaturan staf dan akses ReBill sebagai bahan diskusi saat menyusun peran kasir dan pengelola.

Tinjau barang dan lokasi yang berulang kali berbeda. Selisih pada satu produk dapat menunjukkan masalah satuan atau varian. Selisih yang muncul setelah pengiriman dapat mengarah ke proses penerimaan yang perlu diperbaiki. Pola membantu menentukan pemeriksaan berikutnya, tetapi tetap perlu bukti.

Menghubungkan pemeriksaan dengan POS

ReBill untuk toko retail menghubungkan produk, penjualan, stok, pembelian dan akses staf. Fitur tersebut perlu disiapkan sesuai satuan, lokasi serta alur usaha. Periksa contoh penerimaan, penjualan dan penghitungan stok saat demo sebelum digunakan oleh seluruh tim.

Pemilik yang berada di luar toko dapat memakai daftar pemeriksaan laporan jarak jauh untuk menghubungkan perubahan stok dengan aktivitas penjualan. Bagi usaha kuliner, lihat juga alur resep dan bahan restoran.

Tujuannya adalah membuat pergerakan barang dapat dijelaskan. Sistem yang tertata membantu menemukan kesalahan lebih cepat, tetapi hasilnya tetap bergantung pada data dan kebiasaan kerja tim. Bahas kebutuhan tersebut bersama penawaran langganan ReBill.

Hubungi tim ReBill